Tampilkan postingan dengan label info hot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info hot. Tampilkan semua postingan

27 September 2017

Fredy Candra, Murid "Gila" yang Terbangkan 65 Gurunya ke Luar Negeri

Dari Gempolkerep - Intip Kompas.com, 27 September 2017 - Fredy adalah alumnus SMAN 1 Pekalongan lulusan tahun 1993 yang kembali ke sekolahnya untuk mengajak seluruh guru yang pernah mengajarnya di sekolahnya itu untuk jalan-jalan ke Eropa.

"Awalnya saya pikir anak ini hanya bercanda," kata Sulikin kepada Kompas.com, Selasa (26/9/2017).

Namun, rupanya Fredy serius. Tiga bulan sejak pertemuan itu, niatnya itu terwujud. Hanya saja karena kebanyakan guru Fredy sudah tua dan pensiun, destinasi perjalanan yang semula ke Eropa diubah ke Malaysia dan Singapura.
"Karena banyak guru sudah tua, saya sarankan yang dekat-dekat saja," ucap Sulikin.
Tepatnya pada 19 September lalu, Sulikin dan rombongan guru yang pernah mengajar Fredy berangkat ke Bandara Soekarno Hatta. Bukan hanya guru SMAN 1 Pekalongan yang diberangkatkan, namun juga guru Fredy di SMP Negeri 1 Pekalongan dan SD Sampangan. Totalnya mencapai 65 orang.

Setibanya di Bandara Soekarno Hatta, rombongan guru langsung disambut dengan hangat oleh Fredy dan keluarga.

"Anak ini tulus sekali. Ketemu gurunya seperti ketemu orangtuanya yang lama tidak pernah bertemu. Jadi dirangkul satu-satu, ada yang dipijitin, macem-macem, pokoknya seneng sekali," ucapnya.
"Saya terharu melihat itu, kebetulan saya tidak mengajar dia, tapi kan saya kepala sekolah. Jarang saya melihat orang seperti itu," tambah dia.



Fredy tidak ikut dalam perjalanan ke Malaysia dan Singapura. Dia hanya mengantarkan para gurunya sampai Bandara Soekarno Hatta saja. Namun, ia sudah menunjuk biro perjalanan untuk memandu para guru menikmati liburannya.

"Sebelum berangkat Fredy sempat berpesan ke biro perjalanan. Jangan sampai ada sedikit pun keluhan dari guru saya. Layani maksimal," ujar Sulikin menirukan ucapan Fredy.

Setahu Sulikin, Fredy kini adalah pengusaha kabel fiber optik. Ia memang sudah bernazar sejak SMA untuk mengajak guru-gurunya jalan-jalan ke luar negeri.



Fredy bercerita ke Sulikin bahwa dia pernah mengalami kecelakaan yang cukup parah di bangku SMA. Dalam keadaan koma itu, Fredy bermimpi dijenguk oleh para gurunya di bangku SD, SMP dan SMA.

"Dari situ Fredy berkeinginan kalau dia punya rezeki lebih ingin mengajak gurunya jalan-jalan ke luar negeri, dan ternyata sekarang benar-benar terkabul," tuturnya.

Sulikin menilai sosok murid seperti Fredy sudah sangat langka di zaman saat ini. Murid yang mengingat jasa para gurunya saja sudah sangat jarang, apalagi sampai mengajak jalan-jalan ke luar negeri. Sulikin pun menceritakan pengalamannya diberangkatkan berlibur oleh Fredy di blog pribadinya. Tulisan itu diberi judul: "MURIDKU GILA".

24 September 2017

Anak Soeharto : Film G30S/PKI Layak Ditonton Dan Sesuai Sejarah


Dari Gempolkerep - Anak Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau yang akrab dipanggil Tommy menegaskan bahwa film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI layak untuk ditonton masyarakat Indonesia.



Tommy bahkan menyebut film yang disutradarai Arifin C Noer sudah sesuai dengan fakta sejarah kelam pemberontakan PKI.

"Sangat layak ditonton masyarakat. Itulah sejarah yang sebenarnya," ujar Tommy saat ditemui di Kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, Minggu (24/9).

Menurutnya, acara nobar film PKI yang tengah marak di masyarakat merupakan hal yang tidak perlu menjadi perdebatan. Pasalnya, tidak ada paksaan kepada masyarakat untuk menyaksikan film tersebut.

"Kan nggak ada yang memaksa. Kalau nggak mau nonton juga nggak ada yang menghalangi," pungkasnya. [ian]









Sumber : http://politik.rmol.co

Nikahsirri.com, Dibalik Lelang Perawan

Dari Gempolkerep - Pemilik situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi mengakui sengaja memfasilitasi lelang keperawanan dan nikah siri dengan cara mudah dan murah.




Pria yang menyebut dirinya dengan panggilan Arwah itu menerangkan, ide awal membuat situs nikahsirri.com tak lain didasari keprihatinannya pada masalah kemiskinan.

 Sebab, menurut Aris, anak gadis yang masih perawan adalah aset penting, terutama bagi keluarga kurang mampu. Karena itulah, dia sengaja membuat situs tersebut sebagai salah satu cara memecahkan masalah kemiskinan di Indonesia.

“Kita ingin membuat program pengentasan kemiskinan dengan konsep kemandirian menggunakan aset yang dimiliki masing-masing keluarga kurang mampu itu,” kata Aris di rumahnya, Jatiasih, Bekasi, Sabtu 23 September 2017.

Dia pun meminta agar idenya tersebut didukung. Apalagi, nikahsirri.com terinspirasi dari tradisi masyarakat Jawa di era penjajahan Belanda, yakni buka kelambu yang sejatinya, lelang keperawanan juga.

Ia mencontohkan, tradisi buka kelambu itu dapat dilihat dalam film Sang Penari yang diangkat dari novel karya Ahmad Tohari ‘Ronggeng Dukung Paruk’.
"Itu bukti, bahwa sebenarnya memang sudah ada lelang keperawanan dari dahulu," jelas Aris Wahyudi.

Bahkan, praktik lelang keperawanan juga sampai kini masih terus terjadi di Jawa Tengah. Namun, hal itu berlangsung secara lebih tertutup.

"Dari zaman Belanda sampai sekarang, di Jawa Tengah masih sering terjadi. Di Banyumas tepatnya," kata Aris. Atas dasar itu pula, Aris makin mantap menjalankan niatnya dengan menyediakan nikahsirri.com sekaligus mengangkat kembali budaya masa lalu.

"Sebenernya kami mengangkat kembali budaya Indonesia, yaitu budaya lelang perawan yang istilahnya itu buka kelambu,” pungkas Aris.







Sumber : liputan6.com

Keuangan Desa | Fase Perencanaan dan Penganggaran Untuk Tahun 2019

Dari Gempolkerep - Bulan Oktober hingga Desember menjadi bulan yang sibuk untuk Pemerintahan Desa, khususnya di tahun 2018 ini. Hal ini...